Anggota Polsek Tamansari Diserang Pemabuk 27 Februari 2014, 13.25 Mochtar Siahaan Kriminal
Anggota Polsek Tamansari Diserang Pemabuk
Milisnews.com - Sekelompok pemuda mabuk mengeroyok polisi saat hendak diamankan di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Akibatnya, salah seorang
Read More 89 Hits 0 Ratings
Gubernur Banten Ratu Atut Tidur Sekamar Dengan Sejumlah Pencuri 21 Desember 2013, 17.11 Mochtar Siahaan Kriminal
Gubernur Banten  Ratu Atut  Tidur Sekamar Dengan Sejumlah Pencuri
Milisnews.com – Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah  ketika memasuki gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu pagi 20 Desember 2013,
Read More 90 Hits 0 Ratings
Perencana Peledakan Bom di Kedubes Myanmar Ditangkap di Temanggung 20 Desember 2013, 08.26 Mochtar Siahaan Kriminal
Perencana Peledakan Bom di Kedubes Myanmar Ditangkap di Temanggung
Milisnews.com - Priyo Hutomo (21 tahun), tersangka anggota teroris yang berencana meledakan bom di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar pada
Read More 86 Hits 0 Ratings
Tiga Terroris Ditangkap di Medan, Selama Burun Menyamar Bisnis Katering Rantangan
Milisnews.com – Tiga tersangka teroris yang ditangkap di Medan, Sumatera Utara, Selasa 17  Desember 2013, diterbangkan dari Kualanamu, Medan,
Read More 114 Hits 0 Ratings
KPK Tetapkan Gubernur Banten Ratut Atut Sebagai Tersangka 17 Desember 2013, 19.08 Mochtar Siahaan Kriminal
KPK Tetapkan  Gubernur Banten Ratut Atut  Sebagai Tersangka
Milisnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka terkait sengketa
Read More 179 Hits 0 Ratings

Tersangka Pembunuh Boss PT.Sanex Berupaya Selamatkan John Kei

  • PDF
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Milisnews.Com - Lima tersangka kasus pembunuhan boss PT.Sanex Stell,Tan Harry Tanoto dalam pemeriksaan terkesan berupaya menyelamatkan John Kei dari kasus pembunuhan berencana tersebut.Kelima tersangka yang satu daerah dengan John Kei ,itu terkesan berupaya agar Tokoh Pemuda Kei, itu terlepas dari jeratan hukum .


Menurut sumber Milinews .Com dalam kasus ini, penyidik bertekad tidak menyerah dengan skenario para tersangka.Para pelaku pembunuh sadis dan berencana itu boleh-boleh saja melindungi John Kei,tapi nanti alat bukti dan saksi-saksi yang akan berbicara.Sedang alat bukti permulaan sudah lebih dari cukup untuk menjadikan John Kei sebagai tersangka.


Tim penyidik Polda Metro Jaya bertempat di Rumah Sakit Polri Sukamto,Kramatjati,Jakarta Timur,Rabu lalu,telah memeriksa John Kei .Pemeriksaan berlangsung hampir 6 jam dan kepada tersangka diajukan 20 pertanyaan.Namun apa saja pertanyaan yang diajukan,menurut penyidik yang tidak mau disebutkan namanya,bahwa pemeriksaan baru tahap awal.Pertanyaan yang diajukan belum sampai kepada motif pembunuhan,masih yang ringan-ringan saja.

 

Dalam pemeriksaan John Kei, yang selama ini cukup ditakuti di dunia preman dan aktivitasnya di Ibukota Jakarta sangat meresahkan masyarakat, itu sama sekali tidak mengeluh sakit.Semua pertanyaan dijawabnya dengan ringan.Sementara itu sumber Milinews.Com yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan,diantara pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik antara lain tentang keberadaan tokoh pemuda Kei itu di Swiss-Belhotel,Sawah Besar,Jakarta Pusat,tempat terjadinya pembuhan pada 26 Januari 2012,sebagaimana terekam dalam CCTV hotel.


Pada hari,jam dan menit terjadinya pembunuhan sadis tersebut,dipertanyakan mengenai keberadaan John Kei bersama sejumlah tersangka lainnya,yang notabene adalah kelompoknya, sebagaimana terekam CCTV Swiss-Belhotel.Dimana berdasarkan alat bukti permulaan itu , Polisi menetapkannya sebagai tersangka dan kemudian memburunya.John Kei berhasil ditangkap dari Hotel C’One Pulomas,Jakarta Timur,17 Februari 2012.Ketika hendak ditangkap, preman yang cukup disegani dalam dunia “kekerasan” itu,menurut Kapolda Metro Jaya,Irjen Pol.DR.Untung S.Rajab, berusaha melawan petugas, sehingga kakinya terpaksa ditembak untuk melumpuhkan perlawanannya.Proses penangkapan juga berlangsung menegangkan,karena saat itu di sekitar hotel banyak anak buah John Kei.

Pengacara Robert Manurung SH seusai pemeriksaan awal mengatakan, terhadap kliennya banyak diajukan pertanyaan,diantaranya mengenai hubungan John Kei dengan korban Tan Harry Tantono alias Ayung dan tersangka Chandra.

 

Chandra adalah satu daerah dengan John Kei dan saling mengenal.Mereka bertemu di kamar tempat korban Ayung menginap di hotel Swiss-Belhotel atau tempat terjadinya pembunuhan,tapi apa urusan Chandra dengan Ayung tidak diketahui.Begitu pengakuan John Kei dalam pemeriksaan.Sedang kedatangannya di kamar hotel tersebut,menurut John Kei adalah gagasan Ayung yang dalam pertemuan itu korban justru memanggilnya untuk minta tolong urusan pabriknya di Tangerang.Menurut John Kei,ketika itu dia sempat berbincang-bincang dengan Ayug,namun kemudian datang rombongan Chandra.John Kei hanya sekitar satu menit bertemu dengan Chandra di kamar Ayung,lalu pergi dari tempat kejadian.Sedang Ayung terbunuh secara sadis dengan tubuh penuh bekas bacokan senjata tajam,terjadi pada sekitar itu.


Selain John Kei,sebelumnya penyidik telah menetapkan Candra, Tuce, Ancola, Kupra, dan Dani.Kelima tersangka,yang selama ini dikenal dikalangan preman Ibukota Jakarta sebagai kelompok John Kei,itu mengaku membunuh Ayung terkait dengan uang jasa sebesar Rp 600 juta. Ayung sebelumnya berjanji memberikan uang jasa itu jika tersangka berhasil menagih utang. Namun, setelah utang tertagih, Ayung justru berkelit.Itu sebabnya Ayung dibunuh.Namun pengakuan tersebut oleh penyidik sangat diragukan. Bahkan terkesan untuk menyelamatkan John Kei dari kasus pembunuhan berencana tersebut.Sebab ketika diminta mereka menunjukkan siapa orang yang ditagih,kelima mereka tersangka tidak dapat menunjukkan. ( M ).


Berita Terkait:
Berita Terbaru:
Berita Sebelumnya:

Komentar